Tampilkan postingan dengan label KIDS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KIDS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Desember 2017

Ketika MG memilih studi lanjutnya

Periode bulan Mei s.d Juli 2017 adalah masa berat bagi kami dan MG (seharusnya). MG yang sejak SD selalu berujar ingin jadi Arsitek benar-benar tidak bergeming dengan iming-iming jurusan yang lain..

Ketika SD dia bercita-cita ingin menjadi Arsitek, guru sekaligus suster... ehem berat ya.. ingin melanjutkan ke Harvard hadoohh....

Ketika SD pula dia ikut olimpiade Bhs Inggris dalam speechnya MG mengatakan
"I want to be an architect... drawing is my world." Seserius itu..

Aku pingin kuliah di Jerman bun.. yah untuk yang 1 ini kami memotivasinya untuk membuka mata dan mencari kesempatan beasiswa jika Tuhan berkenan. Semasa SMA MG juga sempatkan untuk les Bahasa Jerman dan mengidola segala yang mambu Jerman..

MG sama sekali tidak berkehendak masuk PTN dia memiliki minat masuk ke PTS di Bandung yang terkenal dengan jurusan Arsitekturnya. Tapi harapan itu luruh setengah.. ketika MG tidak lolos jalur PMDK.. dan melupakan jalur pendaftaran tertulis di PTS tsb, aku pun memaksa dia untuk lebih realistis supaya bisa masuk PTN dan sejak itu suhu di rumah kami mulai dan semakin meningkat..

Ketika di awal th 2017 namanya lolos untuk kuota 50%  siswa yang boleh mendaftar SNMPTN tampak sekali MG ogah-ogahan berkali-kali dia utarakan "Aku nggak mau ikut SNMPTN." MG tidak segera mengisi formulir online dengan berujar aku tidak tertarik... dan mengulur-ulur waktu sampai dengan batas akhir pendaftaran, mau marahhhh rasanya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan PTN mengusik kami untuk berdebat dan berakhir dengan nada-nada tinggi serta sesenggukan tangis dari MG.

MG banyak membuat batasan ini itu, tidak mau masuk PTN, tidak mau masuk Univ ini dan itu, maunya di luar kota dll

Ketika hasil UN dibagikan nilai 4 mata pelajarannya di atas KKM semua tidak ada nilai kurang, nilai ijazah, nilai rata2 rapot semua di atas 8,5 tapi ketika MG tidak menunjukkan minatnya pasti sang alam pun tidak akan memilihnya.

Berbagai cara kani lakukan agar MG mau dan bisa kuliah di PTN, mulai dari bimbel, SBMPTN (yang juga diisi last minute sehingga data masuk di saat injury time karena traffic yan tinggi) mengikuti Utul di UGM yang dia keluhkan sulit dan bilang pasti tidak diterima sampai jalur mandiri yang menggunakan nilai SBMPTN membuat pupus sudah harapanku MG masuk PTN..

Tidak terbayang ketika tanpa persiapan matang mengantar MG Utuk di Yogya, H-1 melewati Sadhar lokasi Anya tes, MG melihat kampus UAJY, dia berteriak matanya berbinar, "Bun, aku mau ndaftar Atmajaya." aku melotot dan menolak. Karena tidak sesuai dengan tujuan kami datang ke Yogya.  Tapi sepulang drari  Utul MG diskusi dengan ayahnya agar diijinkan memutuskan mengikuti tes UAJY.. jadilah aku mengantar dia tes tapi  lagi-lagi karena kurangnya persiapan dan tidak baiknya mengatur waktu.. banyak soal yang tidak diselesaikan. Hasilnya? MG tidak lolos..!! Shock pasti..

Akhirnya setelah dinyatakan tidak diterima di SBMPTN aku pun mengantar MG tes di UAJY untuk kedua kalinya.. dengan keputus asaan yang hampir mencapai batas, MG aku daftarkan juga ke UKDW di jurusan yang sama, Arsitektur. Beruntungnya waktu tes berurutan sehingga waktunya pun lebih efisien.

Akhirnya, MG diterima baik di UKDW maupun UAJY.. dan tentunya MG memilih UAJY karena selain PTS di Bandung itu UAJY memang PTS  yang diminatinya seperti grafiti di lemari yang ada di kamarnya (yang baru kuketahui kemudian) beruntungnya beberapa teman SMP dan SMAnya juga memilih UAJY. Jadi kami tidak terlalu khawatir melepas MG di kota barunya.

Ada 1 cerita, ketika tes wawancara di UKDW salah 1 pewawancara memberikan gambaran bahwa selama ini MG salah memilih jurusan pilihan ke 2 di PTN, saat itu kami berpikir jurusan tsb mirip-mirip dengan Arsitektur hehe... kemeruh (kata MG: untung ya aku gak diterima di jurusan pilihan kedua itu, kalo keterima bisa-bisa aku gak suka dan gak krasan... duh keras kepalanya), dan hasil gambar/sketsanya sebagai pelengkap tes masuk dipuji sang pewawancara

MG sekarang sedang membuktikan apa yang sudah dipilihnya. Dia yang hanya mau di jurusan Arsitektur PTS luar kota.. terkabul. Kami yang sudah mencoba membelokkan dia dari minatnya akhirnya pasrah dengan kemauannya, MG sekarang belajar mengatur waktu, kehidupannya, keuangan dan studi serta tugas-tugasnya.

Belajar hidup jauh dari orang tua dan keluarga. Buktikan MG..!!

Akhirnya harus kembali ke YOGYA - Mei 2017

Teman-teman kolas seringkali membuat usulan untuk liburan ke Yogya. Entah mengapa aku tidak seantusias Deni dan Herman jika diiming-iming ke Yogya.. beda kalo Bali aku langsung mbebeki..

Ketika LBK 1 yang lalu diusulkan ke Yogya, aku tidak bisa menolak karena kali ini atmosfirnya beda.. karena kami akan pergi berbanyak dengam teman-teman SMA.. jadi pasti beda kontennya..



Ketika MG tidak lolos tes untuk kuliah di Bandung, aku tidak terpikir untuk melepas dia tes ke luar kota.. maka dari itu diputuskan.. TIDAK mendaftar di periode selanjutnya.



Bahwa kemudian MG mengikuti UTUL di UGM, kemudian tes di UAJY 2x, daftar ulang, pertemuan Ortu mahasiwa baru, sampai kemudian kami sekeluarga menengok sang anak kos untuk pertama kalinya di bulan  September.. sudah berapa kali dalan setahun aku ke Yogya..



Jadi ingat pengalaman pribadi 30 tahunan yang lalu ketika ada seorang teman yang menganjurkan aku untuk kuliah di Malang dengan iming-iming suasana belajar yang nyaman, kotanya tenang dll 
Apa jawabku? Tidak... 
Kenyataannya? Aku diterima di PTN di lota Malang, harus kos dan tinggal di kota ini 4 tahun lebih, kemudian th 1994 sebelum menikah suami membeli rumah di Mlang yang kami tempati bersama sejak tahun 1998 sampqi sekarang..



Pengalaman kedua, ketika masih kuliah dalam obrolan dengan seorang teman, dia bilang.. entar kerja di Bali aja, enak bla bla..
Apa jawabku? Tidak.. Bali enakan buat liburan
Kenyataannya? Pengalaman kerja pertama dan keduaku adalah di Bali, yang mengharuskan aku tinggal di pulau Dewata ini selama 2 tahun, dan kembali menjadi anak kos.. dan sampai hari ini Bali tetap menjadi tujuan wisata yang ngangeni.. hihihi



Ketika mengantar MG Utul, tidak bisa dipungkiri bantuan Renny dan Rodex D-limanya sangat luar biasa, karena order last minute KA dan hotel hampir semuanya SOLD OUT singkat cerita berhasil mendapatkan hotel yang lumayan dekat dengan lokasi tes. Bisa difasilitasi oleh Didik, ditunjukkan lokasi tes MG, Irfan dan Anya



Setelah menghantar MG dan Irfan, aku dan Dinie sempat ngobrol panjang sekali tentang pengalaman hidup kami yang mungkin sdh 20 tahunan lebih tidak pernah kami lakukan sejak melepas masa SMA.. 



Ngobrol cantik di cafe Hayati Jl Demangan berbekal rekomendasi dari Wimbo - selebgram Yogya..



Dalam obrolan itu aku sempat berujar.. selama ini aku takut membayangkan melepas anakku kuliah di Yogya. Tapi kalo kita tidak lihat sendiri kita akan takut terus, padahal ternyata aku merasa nyaman.. meskipun tes di UTUL ini anak-anak kami sama sekali tanpa target dan beban, ngobrol pun tidak cemas dengan bagaimana hasil tes mereka.. antik ya



Siangnya ketika kami makan gudeg di UGM sambil menunggu Niniek datang (dihubungi agar menyusul ke cafe tdk ada sautan... ketiduran ternyata) dan anak-anak bubar tes.. biar saja MG mulai merasakan suasana persaingan.. apapun hasilnya..


Malam harinya aku, MG dan Niniek lagi-lagi menyempatkan ngopi di Simetri.. sekali lagi atas rekomendasi Wimbo.. tetep ya harus ngopi.. mas-mas Baristanya baik dan mau diajakin foto-foto hehehe.. setelahnya kami menyusuri jalan-jalan dalam temaram malam.. melewati TB Gramedia yang dulunya adalah kediaman Mbah Kakung kami, Prod Drg Sudomo..

Langkah kami mengantar sampai ke Tugu Yogya, selanjutnya aku dan Niniek menikmati kudapan pinggir jalan, nasi kucing dll di salah 1 angkringan.. yang sepertinya suami-suami kami pasti tidak bisa menikmatinya.. hehe


Selasa, 13 Januari 2015

RAF :Brawijaya Choir Festival 2014


Sepulang dari lomba St Angela di Bandung, anggota CJ Choir kembali harus berlatih untuk mengikuti lomba di Univesitas Brawijaya yang bertajuk Brawijaya Choir Festival 2014.

Hari Minggu pagi itu, aku sudah antar Raf ke sekolah untuk latihan terakhir sebelum bertolak ke UB. Siangnya aku menjemput sebagian peserta untuk berkumpul dan siap bertanding di lomba tsb.

Setelah semua peserta berkumpul, peserta mulai dikarantina oleh panitia, dan lewat pk 12:00 penonton pun diperkenankan masuk

Ada kejadian janggal saat kami memasuki area lomba (Sasana Samanta Krida - UB) ada kelompok supporter dari satu sekolah dari luar kota yang begitu antusias, mengenakan kostum yang sama dengan peserta lomba (ini sih terserah), tapi kemudian ada  balon-balon cantik seolah dekorasi ultah.. heits apaan ini.. belum lagi kursi-kursi posisi 'cantik' langsung dicup.. ahhh gak bener nih...

Maka proteslah penonton lain yang sudah datang duluan tapi tidak kebagian kursi.. belum lagi panitia yang menjelaskan rada gak nyambung :
Misal : 
1. (Panitia) Mereka sudah bayar bu.. 
   (Supporter) Hah emang kami enggak bayar?
2. (Panitia) Mereka berbanyak bu.. 
   (Supporter) Tapi tidak semua sudah datang.. kami  
   dibilang duduknya bebas, tapi kok ada yang belum 
   datang sudah dapat kursi.. dst dst

Akhirnya panitia bagian escort kelabakan dengan kemarahan supporter, dan setelah berunding akhirnya ditetapkan, penonton tidak boleh buat kapling-kapling.. lagian ini nonton lomba Padus.. kan harus 'steril' dari gangguan-gangguan begitu itu... aahh

Akhirnya lomba dimulai, dan tampilah CJ Choir di urutan ke 4.. Menurutku, penampilan anak-anak cukup unik dan tanpa beban..

Malam harinya, kami semua sudah berkumpul di tempat lomba untuk mendengarkan pengumuman. Akhirnya CorJesu Choir mendapatkan gelar juara 2 dalam lomba ini. Juara 1 direbut SMPK Santa Maria Surabaya, Juara 3 direbut oleh SDK Cor Jesu.. yaaa sekolah Ursulin semua.



OK deh, kali ini hanya berhasil meraih juara 2, next time better yaa....

Kamis, 18 Desember 2014

RAF : Pelayanan Bersama Cor Jesu Choir dan Vocal Group

Selain agenda lomba yang berhubungan dengan tugas sebagai perwakilan sekolah. Raf yang tergabung dalam kelompok bernyanyi ini beberapa kali juga melakukan tugas pelayanan..

Pada bulan Januari 2014, kelompok vocal Cor Jesu, menyumbangkan penampilannya di acara Natal bersama anggota TNI di Singosari.. hihi.. Yah lumayan bisa cari "makan" sendiri ya dik.. (jatah makan malam :))
Penampilan Cor Jesu VG (copied from SMPK Cor Jesu files)

Selain itu, rupanya Raf bersama anggota paduan suara Cor Jesu (mix SD dan SMP) juga mengisi acara sebagai koor di misa pembukaan Pekan Kekerabatan di Cuban Rondo. Wah si adik ditunjuk jadi pe-Mazmur.

Saat itu aku, Bene dan Vino menyusulnya ke Cuban Rondo yeee adik marah-marah aja... karena kuatiri dicap manja, karena mesti dijempat-jemput.. lhah urusane, aku kan pingin lihat adik tampil.. wekk



Di lain kesempatan Raf dengan beberapa temannya diminta untuk menjadi supporting singer (aah apa sih istilahnya) dalam suatu wedding party mendampingi main wedding singer Gracioso Sonora. Beberapa junior ini berperan sebagai anak-anak Kapten Von Trapp a la Sound of Music.. semacam operette.. Hihi.. Raf dengan bangga menceritakan, bahwa dia mendapatkan 'penghasilan' pertamanya dari menyanyi... wow..!! mengisi acara di Pesta Perkawinan di Shangri-la dan beristirahat di Hotel Somerset plus kostum gratis... hihihi lutunaaaa...


Operet Sound of Music - ShangriLa Hotel (copied from SMPK CorJesu files)

Operet Sound of Music - ShangriLa Hotel (copied from SMPK CorJesu files)

Operet Sound of Music - ShangriLa Hotel (copied from SMPK CorJesu files)
Di kesempatan berikutnya, sebenarnya Raf mendapat tugas untuk menjadi pemazmur saat Misa Harian di Biara Ursulin, setelah mengikuti Lomba St Angela.. tapi last minute Raf harus membatalkan tugasnya.. Lho kenapa??? Lhaa si adik voiceless.. suaranya hilang entah kemana... paling kebanyakan makan es.. (cek bill belanjanya di TSB...)

RAF : Lomba Paduan Suara Universitas Airlangga 2014

Di awal tahun 2014, tepatnya di akhir bulan Januari 2014 pagi-pagi benar anggota Cor Jesu Choir sudah berangkat menuju kampus Fakultas Ekonomi, Universitas Airlangga Surabaya, untuk mengikuti LPS Unair 2014 untuk Children Category.

Aku dengan kendaraan pribadi menyusul ke lokasi, diantar pak supir yang sepanjang jalan klangopan, mata merah dan beberapa kali hampir nubruk dan nyrempet..

Setelah mencari-cari akhirnya posisi Gedung perkuliahan tempat diadakannya lomba ditemukan, kali ini aku datang sangat tepat waktu.. karena peserta sedang break untuk dilanjutkan ke sesi kedua.

Setelah dimulai giliran peserta pertama di sesi kedua ini, kemudian CJ Choir.. lumayan harap-harap cemas menunggu penampilan mereka, karena Raf bilang di lagu pilihan, In Memoriam, Raf menjadi solis bersama 1 orang temannya - dalam ceritanya kemudian Raf menceritakan, betapa jantungnya berdegub sangat kencang (jedhug-jedhug..) dan kringetnya mengucur sampai pergelangan kaki
Hmm... selalu hiperbola...

Ternyata mereka tampil sangat bagus.. terutama saat menyanyikan In Memoriam, menurutku kualitas lagu pilihan yang dipilih jauh di atas lagu-lagu kelompok lain, dan semakin menonjolkan kemampuan bernyanyi dari CJ Choir..

Trophy Juara 1 - Children Category

Trophy Juara 1 - Children Category
Setelah usai, Raf pulang bersama aku. Kamipun menanti dengan sabar pengumuman juara yang baru akan disampaikan Minggu, 2 Februari 2014..

Hasil penilaian

Hari Minggu itu, aku mulai memantau fanpage panitia, menantikan pengumuman juara yang kuperkirakan sendiri waktunya.. dan benarlah, saat diumumkan Cor Jesu berhasil merebut Gold Medal (Juara 1) untuk Children Category.. Congrats..!!


Catatan :
Lomba semacam ini akan lebih baik jika printing seperti name tag, ticket, buku panduan, sertifikat disiapkan dan dibagikan secara lebih proper.
Karena berdasarkan filingku, semakin bonafid level lomba dan semakin detil mereka menyiapkan printing toolsnya.. akan semakin baik. Hal-hal ini aku gunakan ntuk dokumentasi pribadi, terutama sertifikat yang menunjukkan catatan prestasi anak-anak.

Jumat, 12 Desember 2014

RAF : St Louis HOT 2014 - Choir Competition

 

Jumat sore, 19 September 2014 kami mengantar Raf ke stasiun KA - Malang Kota Baru.

Kemana??
Yaa.. CJ Choir mengikuti St Louis HOT 2014 Choir Competition. Kali ini rombongan dibagi 2, separoh naik mobil sekolah, sisanya naik KA ke Surabaya.

Karena mereka harus tampil di urutan pertama, tidak mau terlambat dan tidak boleh meremehkan lomba yang sudah diikuti sejak 4 tahun yang lalu, sekolah memutuskan anak-anak bermalam di biara Ursulin di kompleks Sekolah Santa Maria, yang memang lokasinya sangat dekat dengan SMAK St Louis.

Keesokan paginya akupun bertolak ke Surabaya, untuk menyaksikan lomba ini. Sebelumnya aku menuju ke Biara Ursulin yang berada di kompleks eks SMA ku jaman duluuu.. SMAK St Maria Surabaya.



Ketika waktu lomba semakin dekat, kami bersiap menonton di kursi penonton. Cor Jesu Choir tampil di urutan pertama. Penampilan anak-anak ini sangat simpel dari segi performance dan hampir tanpa cela dari segi kualitas. Ini lomba pertama di tahun ajaran 2014-2015 yang menyertakan siswa-siswa (hanya) kelas 7 dan 8



Ketika seluruh peserta usai menampilkan aksi terbaiknya, panitia mengajak peserta untuk mengenal sekolah tuan rumah lebih jauh, dengan memberikan games dan hiburan spontanitas.

Tepat pukul 13:00 juara lomba diumumkan. Seperti sudah kuduga Cor Jesu Choir berhasil meraih juara pertama, kalau tidak salah merupakan kemenangan ketiga sebagai juara 1.. PF yaaa..



Sebagai juara, Cor Jesu Choir harus tampil di acara Award Presentation pk 15:00. 


Mencuri dengar kasak-kusuk hadirin di sekitarku, mereka memuji kualitas Cor Jesu Choir yang (lagi-lagi) berhasil merebut juara 1, dengan takjub mereka memuji kualitas suara anak-anak ini.. aihh ikutan bangga dan terharu.


Kamis, 11 Desember 2014

RAF : Saint Angela Children and Youth Choir Festival 2014 - Lomba dan JUARA

Setelah beristirahat, makan pagi dan membersihkan diri, Raf menceritakan bahwa dia akan sulit dihubungi, karena HP disimpan oleh Guru Pendamping.

Raf dan anggota Cor Jesu Choir yang lainnya mulai mengikuti jadwal kegiatan dan coaching serta uji coba panggung.

Bu Yuli, ibu guru yang mendampingi pun tak lupa memberitahukan kabar terkini perihal anak-anak. Sehingga kami di Malang bisa medapatkan gambaran bagaimana kondisi anak-anak di Bandung.

Keesokan  harinya, 21 Agustus 2014 merupakan hari pertama anak-anak lomba. Untung ada orang tua siswa yang menyusul dan membantu anak-anak untuk berdandan untuk menghemat waktu. Meskipun sebelumnya anak-anak sudah dipersiapkan ilmu make up dalam suatu pelajaran beauty class.. :)

Peserta Atelier B dari Cor Jesu Choir beserta juri Ms Haruko (copied from SMPK CJ files)

Peserta Atelier B dari Cor Jesu Choir beserta juri Bpk Budi Susanto Johanes (copied from SMPK CJ files)
Berita berikutnya sang ibu  guru mengirimkan pesan bahwa anak-anak tampil bagus. Pengumuman Final baru 2 hari yang akan datang, Jumat 23 Agustus 2014. Hari-hari berikutnya tetap diisi dengan latihan. Baik untuk lomba maupun untuk Atelier. Kebetulan Raf terpilih menjadi 10 orang dari CJ Choir untuk Atelier Kelompok B, yang akan dimentori oleh Bapak Budi Susanto Johanes... 

Atelier Kelompok B - Dicopy dari FB panitia SACYCF 2014
Raf sempat melaporkan bahwa dia tidak ada waktu untuk jalan-jalan, karena di waktu yang seharusnya senggang Atelier kelompok B masih harus latihan untuk konser di malam Final.. ok deh.

Kabar gembira berikutnya kembali dikirimkan oleh Bu Yuli, CJ Choir masuk Final.. yipiiieee... Good Luck..!!

Formasi Lengkap anggota CJ Choir, Conductor, Pianis dan Suster KASEK (copied from SMPK CJ Files

Jumat itu harap-harap cemas aku menunggu kabar dari ibu guru dan si bungsu, tapi tidak ada kabar berita. Tapi tak lama, aku memantau status BBM Raf yang menyatakan bahwa CJ Choir mendapatkan Gold Medal sekaligus sebagai Grand Champion dalam festival ini.. waah bangga sekali dengan kemenangan anak-anak ini.


Ketika kutelpon, rupanya mereka masih dalam suasana amat sangat bahagia.. Ribut berteriak-teriak melampiaskan kegembiraannya!! Congratulations..!!

Tugas anak-anak belum selesai, keesokan harinya mereka masih harus menimba ilmu dari para Juri sekaligus evaluasi untuk kemajuan CJ Choir.. yang merupakan salah satu hadiah yang mereka terima... WOW

The medal - Grand Champion..!!
CJ Choir seperti sudah dijadwalkan, mengembalikan talenta yang telah diberikan Tuhan dengan mengisi paduan suara pada Misa di kapel biara... semua lancar, kecuali Raf yang tiba-tiba lapor suaranya habis.. padahal dia bertugas sebagai pe-MAZMUR.. dooh pasti kebanyakan bengok-bengok di TSB dan minum es.. :(
 
Keesokan harinya Raf laporan, bahwa dia  sudah belikan oleh-oleh untuk seisi rumah termasuk Mbak.. haha.. Bukan Raf namanya kalo tidak 'pandai' belanja.

Keesokan paginya aku menjemput Raf, sepanjang perjalanan dia bercerita tentang pengalamannya dengan suaranya yang serak.

Sampai di rumah dia membongkar kopernya, membagi oleh-oleh untuk semua dan dirinya.. lengkap.. :)

Di lain hari ketika aku membereskan mejanya, tampak setumpuk nota pembelian yang sebagian besar merupakan transaksi oleh-oleh dannnnn..... pembelian es krim dari brand yang muahaaal itu + mini market yang isinya pembelian snack, es krim dan minuman kemasan... TETEP..!!!!

RAF : Saint Angela Children and Youth Choir Festival 2014 - Persiapan

Setelah beberapa saat berlatih untuk mengikuti lomba paduan suara anak dan remaja di Bandung -Saint Angela Children and Youth Choir Festival 2014- akhirnya tiba juga saatnya Cor Jesu Choir harus berangkat ke Bandung..

Tanggal 19 Agustus 2014 pagi, aku dan Rafael menyempatkan untuk mengikuti Misa Harian di Kapel Cor Jesu, sebelum agenda keberangkatannya ke Bandung.
Dicopy dari Website panitia SACYCF 2014
Kali ini aku tidak membantu Rafael untuk packing, semua dia siapkan sendiri. Untuk trip selama 1 minggu ini dia minta sejumlah uang dari sang ayah + cemilan bermacam ragam seperti biasa.

Setelah menunggu beberapa saat, akhirnya tibalah saat keberangkatan, aku memberikan tambahan uang cash beberapa lembar + kartu flazz sebagai tambahan bekalnya.

Sempat bersitegang dengan si bungsu karena barang-nya yang luar biasa banyak dan harus menggeret kopor ke seberang jalan, akhirnyar usai juga urusan koper aku dan Raf pun dadah-dadah.. Wish u luck adik..

Sepanjang perjalanan, tak henti aku mengecek kondisinya, karena peserta putra hanya 2 orang + guru pendamping dan pianis, maka Raf mendapat tempat paling belakang, kuatir Raf masuk angin, mabok atau kumat pileknya.

Untung Raf masih mau mengupdate posisinya, tapi sepertinya perjalanan sangat lambat, makan malam yang terlambat membuat Raf mengeluh lapar (untung dia bawa banyak cemilan) baru menjelang tengah malam rombongan ini mencapai Semarang. Sepertinya efek rusaknya jembatan Comal membuat perjalanan terhambat, karena seharusnya menempuh jalur selatan tetapi harus dialihkan lewat pantura, sehingga (mungkin) volume kendaraan menumpuk di beberapa titik..

Mejelang fajar, Raf memberitahukan bahwa mereka sudah sampai di Biara Ursulin di Bandung, Puji Tuhan.

Setelah itu, Raf mulai sulit terpantau karena jadwal operasional HP sangat dibatasi agar anak-anak fokus dengan lomba saja...

Latihan di Biara Ursulin (copied from SMPK CJ files)


Minggu, 13 Juli 2014

Ngafe berdua dengan MB

Tanggal 21 Juni ketika Raf dan MG sudah masuk masa liburkenaikan, kembali aku ber'tugas' untuk penerimaan rapot MB.

Hasil laporan pendidikan Raf mengalami penurunan dan menjadi 'perhatian' khusus kami sekeluarga. Sepertinya Raf cukup terpukul dengan melorotnya ranking hasil akademisnya ke 5 peringkat di bawah ranking semester yang lalu.

Nilai rapot MG di semester ini istimewa karena dia menduduki peringkat 1 di kelasnya dan ranking 3 kelas paralel.. Good job MG.. Tapi karena nilai UN nya di bawah target MG sempat mewek ketika dihubungi via telepon oleh walikelasnya. Sehingga ketika perhitungan final nilai rapot + ujian sekolah + UN sesuai formula yang berlaku, Nilai Ijazah MG berhasil meraih peringkat 10.. not bad girl..!! 

(Dilarang protes, karena formulasi perhitungan nilai ijazah beda banget dari tahun-tahun sebelumnya)

Nilai rapot MB (Inklusif) lumayan baik, sehingga sepulang dari rapotan, aku tawarkan reward kepadanya ketika sedang berjalan menyusur trotoir untuk menumpang angkot kembali ke rumah.

MB minta ke MX Mal,"Ngapain mas?"
"Ngafe bun."
"Di café mau ngapain?"
"Minum kopi"
Hahaha gaya bener, akhirnya kamipun menyeberang ke MX dan ngafe di Macchiato café baru di MX..

Ngafe pake batik.. habis rapotan sih... :)


Tidak disangka, aku bertemu dengan seorang dosen mata kuliah E di UC (Universitas Ciputra), sebenarnya bukan pertemuan pertama, karena sekitar 3 tahun yang lalu aku pun pernah bertemu dengan beliau di awal masa pensiunku di tempat yang sama... maklum Malang kan Mall-ess

Ketika sang dosen menanyakan sekarang aku bekerja dimana, kujelaskan sejak resign dari Universitas Ciputra, aku memilih menjadi full time mom..
"Because of him, as my son is an autistic"

Mengerti dan menyadari bahwa dia jadi topic pembicaraan, MB nimbrung sambil menyodorkan tangannya mengajak sang dosen berkenalan,
"Hi, my name is Bene. This is my mother.. Kristina Eva..xx xx" yaaaah dia sebutin full name ku percis di KTP..

Sang dosen memang fasih berbahasa Inggris karena memang pernah tinggal di Canada an so on.. sangat welcome dengan keberanian Bene untuk practice berbahasa Inggris sesuai kemampuannya..

Dari obrolan ngalor ngidul kuketahui bahwa sang dosen memiliki putra seorang Asperger, dan beliau tidak "asing/aneh' dengan keberadaan MB, membuat MB happy dan PD berada di sekitar kami..

MB pun bertingkah manis, mampu menunggu kami dengan sopan dan sesekali minta ijin untuk melihat keramaian wisata kuliner di pelataran MX Mal ini..

Sementara itu... Apa yang terjadi di rumah? Di saat yang sama MG dan Raf harus jaga rumah karena mbak sedang ijin pulkam. Mereka harus masak Sop Ayam dan bersih-bersih rumah, cuci piring dan lain-lain..

Ketika sampai rumah, semuanya sudah beres..!! Well done kids.

Empty cup.. pour it with lots of love

Minggu, 08 Juni 2014

Just the 2 of us - MG on vacation #11 di LOMBOK kami punya KERABAT

Sabtu pagi kami bersiap untuk menghadiri akad nikah kerabat.. sekalian bertukar salam dengan keluarga dari pihak Mbah Kakung  dari 'jalur' mama.. intinya keluarga dari leluhurMagetan..

Setelah 1 rangkaian acara berakhir, agenda kami teteeep... ke pasar Cakra, mama dan Poppy mencari kain Rangrang.. wah meskipun hobi nyusuh kain, aku kurang hobi belanja mahal apalagi harus njahitin.. hahaha...

Akhirnya aku dan MG beli oleh-oleh standar.. kaos Lombok dan celana batik juga beberapa kotak manisan rumput laut untuk MB di Phoenix..

Setelah dari kota, kami menuju Senggigi.. memang sih untuk ukuran level keindahan pantai.. Senggigi [yang beberapa tahun lalu merupakan primadona, dibandingkan pantai-pantai yang kami kunjungi kemarin....] sangat jau tertinggal keindahannya..




Di Senggigi, kami menikmati santapan sore di Lotus Bayview Restaurant.. sambil menikmati hembusan angin sore.. dan bertemu sang Kopi Bali... halaaahhh panceet ae..



Kami berjalan menyusuri pantai Senggigi.. sambil menyaksikan kesibukan beberapa hotel jaringan Internasional yang sedang berbenah menyusun perlengkapan on the beach dinner... huuuhh cantik..








Sebelum kembali ke Mataram kami sempatkan ngubek 'kecil' di pasar seni Senggigi, lumayan dapat beberapa magnet untuk anggota suka-suka dan daster untuk MG, MG benar-benar keranjingan ilmu menawar.. setelah sebelumnya berhasil menawar celana seharga IDR 65K menjadi hanya IDR 25K saja..


Tempat berburu MAGNET KULKAS
Daster hasil tawar sendiri
Menikmati es cendol di Senggigi
Keesokan paginya, aku dan MG berjalan kaki menyusuri Jalan Raya Pejanggik untuk mengikuti Misa Minggu..  karena jarak dari rumah famili ke Gereja Katolik St Maria Immaculata tidak terlalu jauh.. awalnya aku pakai dulu sendal jepitku, sampai gereja aku cuci kaki tepatnya kulap dengan tissue basah dan ganti selop.. hihihi  bekal ke pesta kawinan..





Misa pagi itu dipimpin oleh seorang imam fransiskan.. kotbahnya menarik.. Dia menyebut dirinya Sdr Kes.. MG membeli buku karyanya.. tentang spiritualitas seorang fransiskan.. dan segera menyodorkan buku tsb untuk book signing.. keyeenn..!!






Segera setelah misa aku dan MG buru-buru bersisap-siap untuk ke resepsi pernikahan di Asrama Haji, Mataram..

Usai semuanya, kembali kami berkemas untuk selanjutnya ke Bandara Praya dan kembali ke Surabaya. 

Bandara baru ini cukup luas, tapi seperti sebelumnya memang harus banyak adaptasi dengan kesiapan masyarakat setempat agar mampu berjalan beriringan dengan promosi wisata yang kian gencar, agar tidak timpang salah satunya atau bahkan keduanya..

 
O iyaa... setelah packing bawaan kami, masih ada kiriman paket buah tangan manisan masing-masing 1 kardus + @keranjang telur asin + 1 besek tahu.. yiaaa bener-bener deh... 

Akhirnya sekitar pk 19:00 sampailah kami di bandara Intl Juanda untuk selanjutnya pulang ke Malang, realy miss my home sweet home.. and my 3 boys inside...