Tampilkan postingan dengan label SOCIAL LIFE. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOCIAL LIFE. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 November 2017

LBK day 2 Kalibiru - Rumah Kecebong

Pagi ini segera setelah sarapan, kami berkumpul di lobi hotel. Goodie bag berisi merchandise dari sponsor (PT Wings Surya) sudah disiapkan untuk seluruh  peserta yang pagi itu siap meluncur ke Kalibiru. Pagi ini ada tambahan peserta, Aryo dan Indah bergabung.. asikk tambah rame nih..








Sepanjang perjalanan Renny mengambil alih posisi MC sekaligus tour guide.. entah mengapa kePDannya melonjak beberapa setrip sekaligus, efek baik setelah ditraining oleh Basuki...

Games spontanitas diluncurkan sekehendak hati, mulai dari Business Name milik Gee Haap di Bali, nama mayorette drumband dan ketua Osis jaman SMA jadi materi games.. dan pemenang mendapatkan macam-macam hadiah spt : voucher potongan harga dari Sausage Place milik Jeffry, juga gift lucu oleh-oleh Jeffry dari Thailand.. semua tertawa semua gembira..

Sampai kami pun tidak sadar ketika sudah sampai di Kalibiru, dan terpaksa menunggu lumayan lama karena jalan yang tidak memungkinkan untuk dilewati bus kami.

Setelah menunggu akhirnya kami bersiap untuk penekan dan berfoto di beberapa spot panggung yang jadi andalan tempat wisata ini. Meskipun alumni pecinta alam tapi tidak serta merta bodi kuat naik turun seperti ini.. tapi memang rasa takut kami akan ketinggian sedikit lebih tumpul dibanding teman-teman yang memang lebih manis tingkahnya ketika masih remaja.. hahaha.. eh ada grup truk tronton yang hanya sanggup tenguk-tenguk di pondok-pondok istirahat.. karena kakinya cenut-cenut.. gak jelas sih kayaknya phobia ketinggian... hmmm dulu phobia gelap.. aahhhh.. mbuh ah..




Karena start yang terhambat, terpaksa Dinie dan Aryo batal melanjutkan acara makan siang di Rumah Kecebong karena mereka harus mengejar KA.. yaaah..





Sekitar pk 15 akhirnya kami baru sampai di Rumah Kecebong. Tidak berlama-lama.. kami pun berfoto di sawah, sekedar cuci muka dan sholat buat yang lain.. setelah makanan siap, kami pun anteng sejenak dan letsgooo..




Setelah itu kami berkelompok menaiki cikar keliling desa.. hahaha ada pengemudi cikar yang mirip benar dengan Herman.. cek blog sebelumnya...





Setelah usai kami berfoto bersama dengan pakaian warna-warni kami.. lucuuukkk..






Jumat, 18 Agustus 2017

Road to 30 th Sanmar87 - BaksosGuru2016

Awal Nopember ketika Renny pertama kali narik arisan Kolas, dia mengundang kami untuk syukuran rumah barunya yang terletak di Krian. Di sana semua ide untuk merayakan 30 th sebagai alumni SMA St Maria difinalkan.. sebelumnya sih Renny, Deni, Dien, Jocky dan Herman sempat survey ke Banyuwangi dan hasil survey pribadi...  mengarah pada tujuan Lungo Bareng Kolas kita adalah Yogyakarta





Setelah menimbang jadwal liburan di tahun 2017, akhirnya yang hadir di rumah Krian sepakat kita akan berangkat 28-30 April 2017.. penentuan jadwal ini bukan tanpa perselisihan, tapi dengan banyak pertimbangan akhirnya acara dengan tajuk Lungo Bareng Kolas 28-30 April 2017 resmi diluncurkan..

Setelah itu mulailah para penggerak LBK ini menyusun itinerary, bujet kasar dan mulai mengiklankan acara ini untuk merekrut panitia serta peserta.


Meeting dengan rekan Sanmar87 pertama kali dilaunching di Grandcity.. pembicaraan semakin seru, banyak teman baru bergabung.. ketua Panitia ditunjuk tanpa sanggup menolak.. Bagus Sigit.. I-5 / A2-1. Sie sangat repot adalah Renny, karena sifat pekerjaannya yang berhubungan dengan per traveling-an.

Dalam hal ini pertemanan sehat (ikutan istilahnya Te De) kami diuji. Serangan berupa kritik pedas akan rencana pelaksanaan kegiatan ini serta banyaknya peserta yang batal menjelang acara dimulai benar-benar menguras emosi.. tapi kami telah sepakat apapun yang terjadi, show must go on sak on-on nya.. 

Menjelang 30 th sebagai alumni Sanmar87 kami  juga membuat kegiatan sosial lainnya.. yaitu BaksosGuru2016. Kegiatan ini tidak terlalu muluk-muluk. Hanya menghimpun dana dari alumni kemudian disampaikan kepada Bapak/Ibu Guru berupa parcel dan uang tunai tergantung dana yang terkumpul. Sekedar menjalin kembali silaturahmi dengan orang-orang yang pernah berjasa setidaknya selama 3 tahun dalam hidup kami.

Banyak rencana di kepala, tapi seringkali tidak selaras dengan kemauan, keadaan dan kemampuan kami. Demikian juga dalam rangka Road to 30th Sanmar'87 ini.. Aku dengan PD nya menunjuk diri dengan segala keotoriteran dan kesemena-menaan menjadi PIC BaksosGuru2016.

Banyak rencana sok tahu yang ingin dituntaskan. Tapi seperti biasa akhir tahun adalah masa sibuk akhir semester pula. Di saat yang sama, ketika baru saja ajakan untuk menghimpun dana aku umumkan, seorang rekan sesama alumni mengirim pesan pribadi, dia membutuhkan bantuan karena sedang menderita sakit yang (tampaknya) cukup serius. Teman tsb agak tertutup mengenai sakitnya, dan bukan pula kebiasaanku menanyakan seberapa berat sakitnya... maafkan aku..

Akhirnya aku harus menggeser sedikit jadwal 'promosi' BaksosGuru2016 demi memberikan perhatian kepada rekan yang sakit dan membutuhkan dana lebih. Karena lokasi teman yang jauh dari Pulau Jawa dan minimnya informasi mengenai kondisinya serta keenggananku mencari tahu, menimbulkan banyak tanya dari alumni mengenai sakit apa? seberapa berat? bagaimana keluarganya? dst... dari kasus ini dan banyak lainnya, aku dipaksa belajar lagi.. jika ingin membantu jangan banyak pertimbangan jangan banyak bertanya... karena itu semua hanya akan mengurangi bahkan menggagalkan niatmu dalam membantu orang lain.. *nasehat seorang teman dekat

Setiap minggu aku update jumlah dana terkumpul.. tepat di akhir bulan Nopember 2016 donasi ditransfer bendahara Sanmar87 kepada ybs  dengan jumlah yang hanya 10% dari total kebutuhannya.. Tuhan sudah mengatur segalanya dengan sempurna dan tepat waktu.. siapa menyangka 5 hari kemudian sang teman sesama Sanmar87 harus menutup lembaran buku usianya.. selamat jalan teman.. temanku sejak di bangku TK.. may your soul will rest in peace.. in Jesus hands..
Seperti yang sudah diniati sejak awal the show must go on.. Dengan kemampuan menumpulkan urat malu.. dengan gaya andalan broadcast WA mengingatkan 1 per 1 penyandang dana (seluruh alumni Sanmar87) untuk berpartisipasi dalam BaksosGuru2016..

Karena 1 dan lain hal, pelaksanaan BaksosGuru2016 ini diadakan 2 sesi.. yaitu Sabtu 17 Desember dan Jumat 23 Desember 2016..

Kali ini jumlah uang tunai yang terkumpul tidak sebanyak tahun 2015, sehingga diputuskan hanya 3 guru yang mendapatkan uang tunai selebihnya berupa parsel dan sembako. Ehhh.. on the spot Subandi Gozal bergabung dalam kegiatan ini, juga memberikan bantuan cash yang jumlahnya cukup besar. Tetapi diputuskan dana tunai dari Bandi masuk kas Baksos yang akan dibagikan di BaksosGuru2017.... 




Wajah-wajah renta Bapak/Ibu Guru yang menyambut kami dengan ramah dan sedikit kebingungan karena jelas-jelas mereka kesulitan mengingat wajah muda kami.. sudah pak/bu.. kami pun tidak ingat wajah-wajah kami ketika masih tanpa keriput, kantong mata juga uban.. hahambuh..








Di minggu berikutnya peserta ada perubahan, karena hari Jumat, yang bekerja terpaksa absen dan ada peserta baru karena yang dari luar kota sedang cuti.. asik kannn.. menuju kediaman Ibu Emiliana kali ini kami tempuh dengan menggunakan sarana ojek online.. sedikit berbeda.. kalau tahun lalu by becak.. peningkatan sedikit donggg.. eh maksud hati sebagai penunjuk jalan, karena tahun lalu kediaman Bu Emilia ini adalah ruteku ternyata aku tidak mampu mengingat belokan ke arah rumah beliau nyasar deh... dasar pelupa, pikun terserahlah pokoe lali..




Tepat di hari Jumat 23, Desember 2016 (cataaat ini pas ultah eikeee..) kita visit ke Bapak/Ibu Guru di sesi kedua, asik juga beberapa teman seperti Lucia, Demmy dan Jeffry bergabung.. asikkk.. senenggg banget bisa ketemu teman lama yang jarang ketemu juga ketemu guru-guru yang hampir tidak pernah ketemu.. indahnya hariku.. 

Aktivitas hari ini ditunda karena Demmy harus mengikuti ibadah Sholat Jumat.. oleh karena itu kita break maksi di Mirota.. tapi lumayan dapat tambahan peserta yaitu Herman, Jocky dan Jeffry.. yang ternyata sudah menunggu di depan kediaman Ibu The.. muaaf..  dan sekali lagi Bandi udah bayar lunas makan siang kita... yaa ampunnnn makasih Bandi.

Untuk BaksosGuru2016 kali ini kita berhasil bertemu dengan Bapak Guido, Bapak Carolus, Ibu Aloysia, Bapak Supardjo, Bapak Budiarto, Bapak Ketut (ketemu Ibu Ketut), Bapak Warto, Ibu The, Ibu Emiliana, Bapak Kunawi sedangkan untuk Bapak Marso dikirim keesokan harinya oleh Deni dan Lila.

Untuk Ibu Netty dikirim di hari yang berbeda oleh Sigit. Untuk Bpk Djoko dikirim via Bpk Warto. Untuk Ibu Endang dirupakan cash dan ditransfer langsung.. untuk Bpk Theo harus tertunda sampai dengan beberapa saat kemudian.





Senang rasanya banyak teman yang masih mau terlibat baik dalam hal sumbangan tenaga, pikiran, dana, barang dll yang pasti, kompak selalu Sanmar87...

Jumat, 22 Januari 2016

Baksos Guru SANMAR'87 Aksi Natal 2015

Sejak sering kumpul-kumpul dengan teman-teman SMA Sanmar'87.. pertemanan kami semakin mengerucut.. dalam hal minat, pandangan, selera makan, jalan-jalan dan sejenisnya.

Bagusnya kami bisa saling mengingatkan dan memberikan contoh tidak hanya dengan kata-kata. Tapi bergerak meskipun hanya sebatas kemampuan yang kami bisa.

Jika pernah di suatu waktu kami berkumpul di suatu tempat.. sedikit jauh dari keluarga sekedar berkelakar seperti usia kami 30 tahun yll jangan dipikir kami hanya berhura-hura.. kami sedang mensyukuri apa yang pernah kami rasakan bersama.. kala usia belia hingga kami menapak usia paruh baya.

Jika ada satu dua pendapat yang berujar sinis bahwa kami hanya hura-hura saja.. jangan salahkan kami jika sifat bawaan pemarah protes tidak terima terlontar dengan emosional. Mending ikutan kegiatan kami daripada mencemooh apa yang kami lakukan.. ok

Itu juga yang menginspirasi Bakti Sosial kami kepada mantan guru SMA kami d SMAK St Maria Surabaya. Karena satu dan lain hal kami tetapkan akan dilakukan pada bulan Desember 2015 sebelum Natal.

Penggalangan dana kami lakukan sejak September s.d Desember 2015. Untuk memberi kesempatan seluas-luasnya kepada rekan alumni untuk saling berkabar untuk menghimpun dana sebanyak-banyaknya semampu kami.

Mulai bulan Oktober kami sudah mengupdate jumlah dana yabg terhimpun, dimulai dari Rp 1.750.000 dan bergerak sangat lambat di awal Desember 2015.

Tak kenal putus asa. Entah apa yang ada di benak kami, pokoknya yakin pasti jika tiba saatnya Tuhan sendiri yang akan turun tangan. Benarlah.. di awal Desember pergerakan penghimpunan dana semakin cepat.. satu per satu teman-teman mengirimkan bantuan dana, informasi data guru, sembako, transportasi juga tenaga.

Kemudian ditetapkanlah Sabtu 19 Desember 2015 sebagai hari pelaksanaan. Dasarnya apa? Entahlah hanya dengan pertimbangan sebagian besar guru kami adalah umat Kristiani jika kami salurkan sebelumnya pasti akan sangat membantu.

Seminggu sebelum hari H beberapa teman yang tinggal di Surabaya mulai berbelanja sembako untuk bingkisan berupa beras, sirup, minyak, kue kering, teh, juga kue cantik lainnya. Kami berharap ada sumbangan dana segar yang berlebih agar kami dapat memberikan uang tunai bagi bapak/ibu guru.

H-2 Dinie yang muslim dan berhijab dibantu kedua putrinya merapikan bingkisan sejumlah 16 paket berornamen Natal :)



Sabtu pagi itu sang bendahara kami, Lila masih berada di Jakarta dan akan tiba d Surabaya sebelum pk 12. Dia mengupdate saldo uang cash yang masuk ke rekening jumlahnya sudah mencapai Rp15 jutaan termasuk yang sudah dbelanjakan.

Sehingga kami dapat memberikan bingkisan + uang tunai @Rp700ribu (13 orang) dan @Rp900ribu (2 orang) 




Pada hari H kami berkumpul di rumah Dinie di Jl Jemurandayani. Kejutaaann ada Nora yang sedang sibuk menulis kartu dan amplop. Kunto, Sigit juga siap bergabung, tak lama Benno, Jocky dan Herman juga siap membantu. Sekitar pk 11:00 kami pun meluncur dibagi dalam 3 sektor @4 anak. Di waktu kemudian Renny dan Lila bergabung dan langsung menyusul ke lokasi.

Dalam kelompokku terdiri atas 4 orang yaitu : aku, Deni, Kunto dan Benno..

Dikarenakan kami menggunakan 2 mobil maka diputuskan kami hanya menggunakan mobil milik Beno dan memulangkan kendaraan Kunto di Manyar dan untuk selanjutnya kami 'beredar' di daerah Manyar Sambongan, rumah Bpk Soemarso wali kelasku dan Kunto saat kelas 3 (A3-4).

Ketika semakin mendekati gang rumah Bpk Soemarso, Kunto kembali teringat bahwa rapotnya sempat akan diantar ke rumah oleh sang Bapak guru karena kenakalannya, bukannya malu Kunto malah mengiyakan tantangan sang Bapak guru 《 adegan berbahayaaaa.... jangan ditiru



Adegan kuli panggul terjadilah. Dengan beban setidaknya 7kg sang rekan memanggul bingkisan mencari rumah sang Bapak guru.. ketuk sana tidak dibuka.. terpaksa ketuk rumah tetangga.. laaah ternyata salah rumah..  harusnya 2 rumah setelahnya.. tapi Bapak Soemarso sudah pindah ke Sidoarjo.. ngomel panjang pendeklah sang pemeran kuli panggul. Sehingga dibuat skenario, jika belum tentu ada yang 7kg ini jangan dibawa turun dulu... abotttt maaaannn...!!!!



Dalam perjalanan berikutnya, kami sudah mulai pintar.. karena sebenarnya telepon rumah Bapak/ibu guru ada dalam daftar alamat. Jadilah kami telepon sebelumnya sekaligus minta ancer-ancer. Jika ditanya apakah kami survey? Tidak... tidak ada plan B, C maupun D. Jika tidak ada penerima kami akan kirimkan lain waktu. Gampang kan?









Entah kenapa saat itu kami semua merasa kerja ringan saja.. yakin bahwa rencana kami disetujui oleh sang Pencipta. Rencana dan tindakan baik pasti dilancarkan.. dan benar saudara-saudara.. kamipun akhirnya bisa bertemu dengan Bapak/Ibu Guru masa SMA.. 

Hampir semuanya dalam kondisi yang sama seperti kala dulu. Mereka memang tidak berlimpah harta.. tapi tampak benar bila mereka tekun dan jujur dengan pilihan pekerjaannya.. sebagian masih tinggal di gang tapi tampak benar mereka bahagia melihat kami murid-muridnya yang mau mengingat mereka... 








Ya Tuhan lindungilah selalu Bapak/Ibu Guru kami.. kami sangat bangga dengan konsistensi pilihan hidup mereka.. Semoga di lain kesempatan kami masih Kau berikan kesempatan berbuat baik untuk Guru, juga orang lain yang membutuhkan.. amin..






Apakah ada cerita antik dan lucu sepanjang perjalanan menuju rumah guru-guru kami itu? Pasti..

1. Dalam perjalanan ke rumah Pak Soemarso.. ternyata kami salah rumah, dan kemudian terbukti kami ketinggalan berita, karena pak Marso sudah pindah Sidoarjo, karena membayangkan masih akan ada 4 lokasi yang lain... Kunto memutuskan untuk menelpon semua guru yang menjadi target kelompok kami, dan janjian ketemu di McD terdekat, menurutnya itu ide brilian tetapi sangat ngawur menurut kami...

2. Ketika menuju kediaman Bu The.. meluncurlah 'cerita kelam' Beno-Kunto.. tentang manusia kunci..
Kunto sempat bertanya kepada aku dan Deni, 

"Kalian inget gak tentang Final Test kita pas kelas... yang kemudian ditunda?"
Aku, "Inget..!!"
Kunto, "Eling ceritane?"
Aku, "Sitik..Pokoe ono hubungane karo koen!"
Kunto, "Lhe kok eruh? Ngerti detail'e?"
Aku, "Gak.."
Kunto, "Blaaa blaaa..."

Dan tertawa terpingkal-pingkallah kami.. karena cerita yang absurd antik bin ajaib.. dan tidak perlu kami ceritakan disini... lahasia..

3. Ketika mengirimkan ke salah 1 guru, nyaris terjadi salah kirim. Karena ternyata nama guru sama tapi beliau bukan guru SMAK Sanmar tapi SPG.. dengan tenang, teman-teman balik kanan dan "untung paket belum diturunkan..." hehehe

4. Ketika di akhir agenda, kami berkumpul di suatu kedai kopi di Jl Kartini.. ketika tiba saatnya patungan untuk membayar, ternyata bill kami sudah terbayar.. begitu kata mbak kasir... takut salah kami mengkonfrimasi ulang.. mbak kasir pun ngeyel sudah lunas.. "Sudah dibayar bapak-bapak tambun.."



Helukkk kendel.. saat itu ada 3 orang bapak tambun..
1. Herman
2. Sigit
3. Beno
Tapi ketiga teman tsb tak satupun yang mengaku..

Misteri Mr. Tambun.. "Hanya Tuhan dan Bapak Tambun yang tahu..!"