Tampilkan postingan dengan label SUKA-SUKA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SUKA-SUKA. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2016

Flash Trip Bali with Rodex D-Lima... Diare.. tapi belum ke KUTA #5

Pagi ini setelah sarapan, kami bergegas ke Kuta.. ternyata bagi traveler seusia kami.. Kuta tetap saja memanggil-manggil.. 

Memenuhi hasrat untuk beli oleh-oleh di salah 1 FO, 2 hari yang lalu sebenarnya sih sudah, bersama dengan daster motif shabby chic yang diincer Renny.. karena Te De juga punya ciyeeeh.. aku tok sing gak duwe..

Setelah 4 item masuk koper, kemudian kita meluncur ke Krisna.. biasaaa beli jajanan wajib sebagai oleh-oleh... udahlah memang begitu gaya traveling kami.. tapi kali ini Renny dihantui mules-mules diare tak jemu-jemu, sehingga dia harus beberapa kali unjung-unjung ke toilet, juga harus mampir apotek demi menormalkan ususnya yang berontak entah kenapa.. karena aku yang biasanya gopok kali ini tidak ada gangguan pencernaan sama sekali... Syukur pada Allah..

Setelah hasrat belanja terpenuhi, aku pamit kepada mitra traveling ku kali ini, ngapain?? Cek ATM.. ternyata posisi saldo masih sama persis dengan 2 hari yang lalu...yaah... terpaksa.. utang sama ibu boss Rodex.. gak main

Setelahnya kami pun meluncur ke airport, kami putuskan untuk makan siang di gera-gerai makanan yang ada di airport.. setelah proses serah terima mobil sewa usai.. kami langsung meluncur ke konter check in..

Kami menikmati semangkuk bakso yang tidak terlalu nikmat sebenarnya.. sekalian mengatur belanjaan kami agar tidak terlalu banyak barang bawaan, karena alasannya masih sama... tanganku masih belum pulih benar..



Di bandara aku dan Renny sempat mengamat-amati penumpang, ada yang aneh, ketika seorang penumpang bertemu dengan seorang pria.. sejenak kemudian dia meninggalkan kopernya.. tidak ada tanda-tanda koper dimiliki calon penumpang yang lain.. Akhirnya dengan naluri sok tahu kami putuskan "Ren itu barang 'berbahaya' yang menunggu dipungut orang lain.. ato ihh jangan-jangan narkoba.. hmmm kalo bom gimana?" untung percakapan pelan-pelan.. kalo kencang bisa-bisa kami ditangkap polisi bandara...hiii



Gara-gara skenario yang kami buat sendiri, kami cari selamat, pindah tempat yang lebih 'aman' menurut kami..

Sampai akhirnya kami dipanggil untuk masuk pesawat dan bubye Bali..!!


Thank you Renny... thank you Rodex D-Lima...!!!

Flash Trip Bali with Rodex D-Lima... Dimana Amed? #4

Hari ini kami bermaksud mengeksplor Bali bagian Timur.. lupakan Pantai-pantai Jimbaran, Gianyar, Kuta dll... emmm bisa gak ya??

Seusai sarapan, kami centil-centilan dulu di Lobby.. di booth instagram.. sayang letak lobby ini kesentrong matahari pagi.. jadi dari sudut mana aja mau foto jadinya rada-rada backlight..

Ehh lumayan nemu booth Instagram.. ahh memang jamannya IG ya.. ibu-ibu boleh dong ngehits di IG..

Keluar dari hotel kita nanya ke pak Satpam... "Pak arah Amed mana ya enaknya, kiri/kanan?" (e nya dibaca seperti "elok")..
Pak Satpam bingung.. kemudian senyum lebar, "Amed? Kiri aja buk.. nanti masuk by pass dll.." (e nya dibaca seperti pengucapan "segera")
Ehhh baru tahu selama ini salah pronunciation..

Setelah nyasar.. akhirnya kami pun menyusuri pinggiran Timur Pulau Dewata.. jalanan lengang.. tapi hari ini kami benar-benar di'hantu'i kios-kios penjual bensin eceran, tiap kali mata kami menangkap penjual bensin dalam botol, hati kami bergejolak.. ya ampunnn nightmare rupanya.. :)

Di sepanjang jalan kami cerita apaa saja, semuaaa.. mulai cerita biasa-biasa sampe yang RHS.. rasan-rasan dll.. sepanjang perjalanan yang akhirnya menempuh waktu 3 jam itu kami banyak menemukan signage penunjuk arah ke Pantai.. kami berjanji akan mampir beberapa di antaranya sepulang dari kunjungan ke Tirta Gangga..

Dalam perjalanan dengan cuaca yang panas aku protes kepada Renny, "Ren bajumu kapiken.. kamu gak sumuk tah?"
Renny, "Jane yo sumuk.. entar temenin beli di kios-kios di tempat wisatanya ya!"
"Siaaapppp..!!"

Kali ini aku dan Renny mencoba menghitung-hitung jarak dan point of interest mana yang bisa kami datangi atau untuk alternatif tour yang beda.. 

Kami sempat melewati Gua Lawa, hampir berhenti tapi kami putuskan nanti saja.. konsisten pada tujuan awal Tirta Gangga.. kami juga melewati Candidasa.. kami berdua pernah ke sini tahun 1992 yang lalu, ketika itu aku yang nyupir Jimny sewaan, dalam keadaan demam..

Saat itu kami berhenti dan nunut mandi di Hotel milik keluarganya Emytha.. keluarga Sahanaya... pasti kalin mikir Ruth Sanahaya kan... iyaa memang betul.. milik mereka, kan Emytha dan Uthe sepupuan.. duuh gaya ya punya sodara arteeesss...

Eh iya.. biasanya kalo ke Bali ketemu artis.. kali ini bagaimana?? Hmm ada dong... tapi hanya di majalah.. halaah...


Luna Maya.. asalnya dari Candidasa kan?? kali ini ketemu di cover majalah hotel

Truss.. ketemu nggak hotelnya? Asli kami berdua tak sedikitpun mampu memanggil memori itu.. lali blas.. (di lain kesempatan Emytha memberi hint, lokasi dekat dengan Alila Manggis.. memang kami melewati dan sempat melongok.. tapi seupil memori pun tidak tertinggal..)

Kami beristirahat sejenak di Candidasa, menikmati deburan ombak yang... ternyata kenceng juga.. memang kelihatan lebih tertata dan bersih, dengan beberapa batu-batuan pencegah abrasi.. tapi suasana tetap lengang.. rupanya pariwisata disini masih seperti 20 tahunan yang lalu, tidak tersentuh hingar bingarnya Kuta..




Eh apakah Renny jadi beli blus pantai?? Jadi dong... blus tipis menjuntai-juntai dari bahan sarung pantai berpindah pemilik.. dalam kesempatan itu seperti biasa.. aku interview sang ibu penjual..
"Bu Amed masih jauh ya?"
"1 jam lagi"
"Yang betul Amed ya bu, kirain Amed.." (cek di atas)
"Orang Jawa bilangnya Amed (spt kami) orang Bali Amed.. tapi sama saja, mau Amed ato Amed... sama saja kami tahu kok maksudnya.."
Yah Ibu ini benar-benar berbesar hati ya.. semoga kamipun bisa mencontoh untuk tidak meributkan mempersoalkan perbedaan-perbedaan kecil dan tidak juga memaksakan kehendak..
Nriman banget ya..



Ketika sudah masuk daerah Karangasem, kami tingak-tinguk cari lokasi Tirta Gangga, kok hampir tidak ada penunjuk arah sama sekali ya..?!

Untuk wisatawan jelas hal ini tidak menguntungkan, tapi kalo kita mencoba berpikir positif.. biarlah tempat-tempat sakral ini tidak perlu diekspoitasi.. yang sudah tahu ya sudah gak usah ribut-ribut.. sejak liputan daerah wisata merajalela di Soc Med dan TV Swasta.. memang memberikan efek WOW.. anak muda jadi suka menjelajah menyadari keindahan negeri ini, pendapatan daerah meningkat (maaf tanpa data) tapi seperti biasa hal baik selalu dibayang-bayangi hal negatif, tempat wisata jadi seperti gula yang dirubung semut, jika tidak paham benar bisa rusak dalam sekian tahun mendatang.. eksploitasi besar-besaran membuat kotor, target napak tilas supaya eksis di Soc Med tidak bisa dihindari dll (apa lagi? pikir sendiri ah..)






Akhirnya sampai dong kita di Tirta Gangga.. mata adem melihat air di kolam-kolam besar, suara gemericiknya membuat tenang pikiran.. sangat menyejukkan.. 





Lansekapnya amat elok.. Renny awalnya sempat grogi ketika kuajak meniti bebatuan di tengah kolam, tapi akhirnya dia berhasil mengumpulkan nyali... dannn brutal.. tuman.. foto disana sini... oohh koncoku...




Setelah puas memutari area Tirta Gangga ini, kami pun rehat sejenak di cafe dekat pintu masuk.. gak siang gak malam pilihanku hanya jatuh ke Nasi Goreng..  ndesiittt

Renny tak lupa mencari informasi catering yang bisa menyiapkan lunch box.. setelah informasi didapat, kamipun balik kanan... Amed apa kabar? Karena katanya masih 30 menit.. laah suwi men.. apalagi si Ibu informan memberikan info yang kurang sedap..

Dalam perjalanan pulang kami sempatkan mampir ke 2 pantai.. Pantai Watu Klotok dan Pantai yang ada Arca Hanomannya gede banget.. tapi sayang karena tempatnya terpencil, sepi dan seperti jarang dikunjungi orang, kamipun sedikit was-was dan cemas.. buru-buru balik kanan deh.. (beberapa saat kemudian kudapati berita ada kejadian pembunuhan di sekitar lokasi yang kami datangi itu.. ihh...)



Seusai dari kunjungan itu.. aku gangguin Renny untuk melintas ke Jalan Tol fenomenal (hanya Kolas yang tahu kenapa fenomenal... cek blog Sanmar yang ke Ubud ya...) saat itu kami tidak berkesempatan melewati Tol baru itu, dan kali ini harus..!! Mau kemana toh?? Renny mengajakku ke Jimbaran.. makan pizza



MB sempet berkomentar di IG ku... "Bunda ke Jimbaran, kok malah makan Pizza, mana ikan bakarnya?" hahaha...





Sisa malam itu aku mengantar juragan travel ini berburu hotel dan bis pariwisata, ingatannya sangat tajam mencatat nomor telepon usaha persewaan bis yang tertera di bodi bis-bis pariwisata tsb. Selanjutnya drama diteruskan, kami berpura-pura menjadi ortu siswa yang akan mengadakan tur siswa, sehingga kami bisa showing room, cek apakah akses hotel tsb bisa dilalui bis besar dll..






Selasa, 16 Agustus 2016

Flash Trip Bali with Rodex D-Lima... Hunting Pom Bensin #3

Karena tidak ada jadwal yang mengikat erat, tujuan pertama kami adalah Discovery untuk makan siang.. dan foto yang 'bercerita' seperti punya Te De.. jarak memisahkan dan cinta segitiga.. haha..

Seusai makan siang yang agak sore.. kami melanjutkan perjalanan melalui Kuta Area yang sangat lengang.. aih beda banget dengan laporan teman-teman yang minggu sebelumnya baru dari Bali.. konon kabarnya Bali sangat padat mulai dari penyeberangan dan banyak tur yang harus dirombak ulang karena macetnya gila-gilaan...

Kami menuju 1 lokasi untuk hunting catering.. dalam perjalanan Renny baru menyadari, bahwa stok bbm sudah minimal, lampu sudah berkedip-kedip.. dia panik luar biasa.. mana dalam perjalanan beberapa kali kamu menemui titik-titik kemacetan. Sehingga meskipun aku ngoceh Renny tidak konsen karena si lampu genit berkedip-kedip. Seingatku akan ada pom bensin tak jauh dari lokasi kami. Tapi tak jauh itu berapa KM wanda sekali.. wandatau..

Hingga akhirnya, di sekitar kerobokan kami menemukan penjual bensin eceran.. Renny tepatnya yang menjerit kegirangan.. seketika Renny meminggirkan mobil sewaan kami, Avanza baru.. keren boooo.. dan aku berlari menuju penjual untuk membeli 2 liter bensin penyambung nyawa..

Sambil berbasa-basi aku bertanya kepada si mbak.. "Pompa bensin terdekat dimana ya mbak"
Mbak, "Tuuh deket disitu.." sambil menunjuk ke depan..
Yah pokoknya deket, dan sudah diisi 2 liter amanlah..

Kemudian Renny segera memundurkan mobil, masik gigi 1, kemudian 2 dan menjerittt (lagi)..
"Vaaa... itu dia pompa bensinnya..!!"
Tau berapa jauh...??

Mungkin tidak sampai 200 meter.. ya amppuunnnn kurang dikit aja tau gitu...

Tidak menunggu lama, Renny membelokkan mobil kami dan mengisinya sepuas hati.. hahaha...

Gak main blas..

Akhirnya kami tiba di resto local food.. tempat ini kudapat dari FB lumayan baru, besar dan bersih.. konsumsi local people.. lumayan dapat referensi baru.

Setelah makan malam dan mendapatkan macam ragam menu, akhirnya perjalanan kami lanjutkan menuju lokasi hotel yang kami berdua tidak tahu dimana...

Membaca dari google map ya gak mudeng.. setelah mbrasuk-mbrasuk ke tengah kota... yang tentu saja salah, akhirnya kami menyerah.. call operator dan kami dituntun.. ternyata lokasi hotel tak jauh dari Jalan Teuku Umar.. hanya saja ada tambahan "barat" ini nih yang kami tidak tahu, bahwa sekarang jalan tsb ada tembusannya...



Setelah 45 menit sejak kami melakukan upaya pencarian.. dapet deh hotel yang dimaksud. Hotelnya jauh dari keramaian, tetapi mempunyai fasilitas yang lumayan lengkap, fasilitas resto dan bar nya pun menjual F&B dengan harga yang wajar, swimming poolnya pun bagus, tidak nyempil diada-adain.. luas kamar juga lumayan lega..





Ketika sarapan keesokan harinya.. kualitas  sarapan pun tidak mengecewakan..

Thank you Rodex D-Lima... sukaa deh diendorse langsung sama pemiliknya...




Flash Trip Bali with Rodex D-Lima... Ketemu Uskup Weeteebula # 2

Jadwal flight kami tidak ada kendala, di saat yang ditentukan kamipun sudah mengudara.. sampai akhirnya mendarat dengan selamat di Bandara Ngurah Rai..

Karena HP ku lowbatt, Renny sibuk mengambil gambar lokasi-lokasi penting sebagai dokumentasi pribadi dan Biro Perjalanannya.. 



Secara tidak terduga, aku melihat sosok yang tidak asing sedang di atas wheel chair.. didorong petugas maskapai.. naah itu kan Monsinyur Edmund Woga CSsR.. 



Tak menunggu lama, aku menyapa beliau.. menanyakan kabar dan sedikit memperkenalkan diri, bahwa aku pernah bersama beliau dalam Tur Ziarah ke Rome-Lourdes 4 tahun yang lalu.. aku yakin beliau sudah tidak ingat, karena pasti sudah banyak kali trip ataupun perjalanan dinas beliau ke lokasi yang aku sebutkan, karena ketika di Rome pun kami beberapa kali melewati rumah CSsR dan sebagai seorang Uskup sangatlah jamak jika beliau harus sering melakukan perjalanan ke Rome untuk urusan konggergasi maupun yang berhubungan dengan Vatican... be'e..

Akhirnya percakapan yang tidak panjang itu harus segera kuakhiri, tidak lupa meminta berkat dan mencium cincin penggembalaannya.. dan foto...

Setelah itu aku mencari-cari Renny.. dan kutemukan dia baru saja keluar dari toilet yang sedikit jauh dari lokasi aku berfoto bersama monsinyur.. Renny rupanya kehilangan jejakku, demikian juga aku..

Tapi kalo kita perhatikan foto di atas, ketika foto diambil.. Renny sedang menatap kamera, tapi dia tidak tahu, bahwa yang sedang lembeng-lembengan di depan kamera itu adalah aku.. hahaha...


Flash Trip Bali with Rodex D-Lima... Tas geret kembaran...#1

Dalam satu kesempatan.. lagi asik-asiknya ngobrol dengan ownernya Rodex.. alias mama @RennyJones, tiba-tiba dia mengundangku untuk mendampingi survey ke Pulau Dewata dengan alasan, dia agak kecewa dengan layanan seorang mitranya disana, sehingga ada keluhan dari kolega di Surabaya.. yang masih anggota The Begallers juga.. meskipun tidak berhubungan langsung dengan bisnisnya, Renny beranggapan, akan lebih baik jika tur Bali yang akan datang dia bisa handle semuanya sendiri..

Telah disepakati.. kita berangkat hari Senin dan akan kembali hari Rabu.. semua urusan dihandle oleh Rodex.. aih.. asik juga diendorse oleh teman sendiri.. :)

Tiba di Bandara Juanda.. aku harus menunggu Renny berapa saat.. seperti biasa WA dan HP nya tidak terbaca dan terjawab.. waduhh aku mulai panik.. karena waktu sudah berjalan sekitar 20 menit, sang owner tidak juga tampak batang hidungnya..

Saat itu aku baru saja mengalami patah tulang belikat, jadi aku memutuskan untuk tidak membawa tas yang membebani pundak, karena flash trip aku memutuskan membawa suitcase kecil yang bisa digeret.. ternyata pilihannya jatuh pada tas geret gift dari acara kantornya Vino.. yang tentu saja berlogo perusahaannya... tapi tas ini lumayan bisa memuat banyak barang di dalamnya..

Ketika aku akan meminjam dari pemiliknya, aku sedikit segan karena takut ada yang 'mengenali' dll..
Tapi Vino bilang, "Ah ini kan suvenir, jumlahnya terbatas, gak kira ada yang ngenali kecuali orang kantorku..!!"

Tapi siapa yang mengira, ketika senewen menunggu Renny, aku memutuskan untuk cek in dulu di konter maskapai daripada terlambat. Ketika sudah dalam antrean yang sedikit mengular.. petugas mempersilakan kami untuk cek in di konter sebelahnya. Tapi apa yang terjadi? Ketika melangkahkan kaki pindah konter, ekor mataku menangkap tas geret yang sama persis dengan yang kubawa... biru dengan logo sayap merah.. aiihh..!! tepat di antrean belakangku.. Looohh...

Sudah khawatir, kok ya ada yang ngembari, dan di konter maskapai yang sama.. katanya gak ada yang punya.. Pemilik tas pun kaget, ketika ada seorang wanita paruh baya menggeret tas yang sama dengannya, padahal tas itu baru saja dibagikan di minggu sebelumnya dalam suatu rapat nasional.. nah.. dan dia tidak mengenal wanita itu.. ya iyalah wong barang pinjeman.. :D

Sejenak setelah itu, rombongan beberapa orang itu beberapa kali tertangkap basah sedang mencuri pandang terhadap tas geretku, dan berusaha mengenal siapa wanita misterius itu.. wuakakaka... segera aku memotret tas dan rombongannya, lapor ke suami, ternyata mereka adalah perwakilan dari suatu kota di Kalimantan... hahaha... detektif dilawan..

Tak lama setelah kasus tas geret, Renny pun datanglah, segera mengalir cerita antik ini.. kamipun terpingkal-pingkal dan untuk selanjutnya kami menuju lantai 2 untuk menunggu di waiting room..



Rabu, 15 Januari 2014

SUKA SUKA - Selamat Tahun Baru 2014


Tiba-tiba ketika di Surabaya, tersusun rencana untuk ngumpul di rumah tante Deni.. Dinie, Lila dan Joe konfirm... tapi last minute Joe harus membatalkan niatnya untuk ngopi bersama di meja bundar.. karena mendapat kabar sang ayah mertua sakit..

Akhirnyaa... aku bersama 2 jagoanku meluncur ke rumah tante Deni, ternyata Lila dan Deni sedang fitting wardrobe untuk keperluan persyaratan pendaftaran Ibadah Umroh nya..

MB pun sempat diminta jasanya untuk memotret tante Lila, dan merekapun dengan cueknya nangkring di atas bed.. waaahhh.. Giliran berikutnya adalah tante Deni.. sambil berseloroh melihat penampilan barunya.. "Kok aku kayak masuk kamar operasi" lhaahh anggota suka-suka paling pinter kalo ngomong ngawur..



Setelah acara photo session selesai, aku dan Deni menikmati kopi Luwak yang kubawa sendiri, dengan menyantap pelbagai makanan berat dan ringan yang disediakan oleh Deni, Lila dan Rara.. ma a'cih yaaa..

Tak lama kemudian Dinie bergabung.. rupanya mama yang satu ini sedang mencuri waktu di sela-sela tugas jaga kliniknya... makanya jangan ada dusta.. akibatnya dititipi tuker duit receh... wkwkwkwk


Melihat kami bersalam-salaman dan cipika-cipiki, MB ikut-ikutan memberi salam dan cipika-cipiki... termasuk kepada Dinie, kuatir 'salah' karena Dinie memakai hijab.. aku bilang ke MB "Mas, tante Dinie ini pakai jilbab, jadi musti tanya dulu.." (maksudku bukannya langsung nyosor cium pipi....) 




Haha ternyata ada ungkapan baru dari MB, "Ooh kalo begitu salam beda agama ya tante" sambil tetap menarik tangan Dinie dan menyalami.. Untung Dinie tidak keberatan (semoga...)

Setelah itu kami pun ribut bertukar cerita sehubungan dengan rencana 2 teman kami yang akan berangkat umroh akhir Januari yad. Di sela-sela kesibukan kami mengunyah hidangan makan siang..


Tak lama kemudian kami pun harus berpisah karena Dinie harus kembali ke klinik membawa hasil buruan uang receh dan Lila harus ke penjahit..

Rabu, 12 Juni 2013

Ketika kami sakit :'(

SEHAT ITU MAHAL..

Memang setelah 25 tahun berpisah dari SMA kami yang terletak di jalan protokol kota pahlawan Surabaya.. alah kesuwen, SMAK Santa Maria, Surabaya.. kami mulai bertemu dengan teman-teman SMA, satu persatu..

Ada yang rutin berbagi cerita, berbagi info, ada yang sesekali.. juga ada yang tidak sama sekali, tetap menyenangkan.. Mungkin karena rata-rata kami sudah mulai menikmati hidup, tidak lagi kemrungsung dengan karir dan lain-lain, jadi sudah banyak waktu untuk bercerita..

Seperti halnya suatu waktu yang lalu.. tiba-tiba Joe menginformasikan tentang kondisi putra tunggalnya yang ganteng tiada tara... predikat sampe disini saja, karena jika diteruskan akan sangat menyakitkan bagi temanku yang bertubuh bagai lemak enggan tampak (gampangnya KURU) Ezar harus opname karena demam berdarah... huwaaaaahhh... ternyata sebelumnya Emytha, rekan kami yang sudah kondang sebagai arsitek dan tinggal di Bali rupanya baru saja sembuh dari ganasnya serangan virus DBD yang dibawa oleh nyamuk nakal..


Ezar - putranya Oom JOE


Di saat Ezar terbaring lemah, sebenarnya buliknya yang tinggal di Malang... (akyuuuuu) juga sedang berbaring 'sok lemah minta dikasihani' karena (hiks AIB) HB drop... anemia... wataaawww kayaknya setara kurang gizi.. 

Seminggu setelah sang bulik sembuh karena obatnya hanya makan bergizi (karena sang bulik paling anti obat... ato gak mampu beli??) ternyata putra sulung sang bulik harus masuk UGD dan lanjut opname selama 1 minggu karena???? SAMA....!! Nyamuk nakal.. DBD juga. Uuuhh..!!

Kali ini giliran mas Bene - anakku

Agenda tiap pagi, periksa darah

Terimakasih atas doa dan kunjungan teman-teman, juga bbm yang menguatkan sang bulik (-nya Ezar) agar memberi suplemen buat mas Bene berupa : angkak, juice jambu merah, rebusan daud ubi jalar, sari kurma, Fuk Fang dll... 

Tapi melihat padatnya jadwal minum obat dan injeksi... hiii akhirnya hanya dipilih beberapa obat alternatif yang mas Ben bisa telan secara lancar tanpa dimuntahkan karena rasa yang kurang enak... lagian bundanya ini gak bakalan sanggup ngepel laintai RS... plisss jangan yah..!!

Eh.. belum beres urusan mas Bene ternyata Jones ikutan demam tinggi, sehingga mama Renny panik dan Jones harus masuk UGD dan opname juga, setelah opname beberapa hari ternyata Jones negatif DBD (hanya) infeksi dan bisa dilanjut rawat jalan... tapi pada saat yang sama kok ganti mama Renny yang panas tinggi dan masuk UGD.. iki opo-opoan sihhhh???

Jones sempat didiagnosis DBD - ternyata infeksi sehingga panas tinggi

Kunjungan dari budhe Deni dan budhe Lila serta oom Joe sarimbit

Belum selesai sampai disitu.. tidak lama kemudian, ternyata mama Revi pasang Profile Picture di BBM nya... si ganteng Juna yang tinggal di Bali sedang diinfus... duh si GG (Gondrong Ganteng) kenapaaa?? ternyata keracunan obat.. karena sang kakek seorang Profesor.. eh ada hubungannya gak sih?? Sang cucu yang ganteng sukses sembuh..

Si ganteng Juna menyusul.. karena keracunan obat

Si Gondreong Ganteng (a.k.a Brekele kata mama Epi)

Sudah reda kabar-kabar sakit para junior, mama Dinie ganti mengabari kalo Kayla demam, harus ngamar.. wah padahal papa Dedit kan di luar pulau.. untungnya setelah mencari 2nd opinion didapat kepastian Kayla negatif DBD, tapi demam yang tinggi dikarenakan virus lain yang ikut-ikutan nakal...!!

Lho?? Adik Kayla kok ikut-ikutan sakit?? Untung mama dinie telaten ya, gak perlu opname

Sekarang tante Lila juga sedang menjalani Radio Terapi.. butuh waktu sedikit panjang dan kesabaran ekstra... pasti sembuh ya tante... begitu selalu ditekankan oleh tante Deni yang setia menemani tante Lila terapi, konsultasi ke dokter dll..

Ini dia ecek-ecek nya tante Deni.. alias kontainer obat yang dikonsumsi sehari-hari..


Karena tante Deni juga pingin sehat di usia senja nanti. Katanya dia tidak mau tergantung dengan 'ecek-ecek' kontainer isi obat yang harus dikonsumsi tiap harinya untuk menstabilkan tensinya..

Hmm... sehat itu mahal ya..

Rabu, 24 April 2013

Ketemu JALAK BALI di BALI :)

Jujur sejak menemukan tulang rusuk'ku dalam hal ngopi dan jalan-jalan........(jika anda menebak jawabannya merujuk pada 1 kata DENI SETIAWATI.. maka tidak bisa kutolak, karena jawabannya adalah BENAR..!!) Aku mulai sedikit-sedikit tertular aura positif mengenai cara berpikirnya yang selalu memandang sesuatu dari sisi BAIK... syukurlah karena selama ini perspektif'ku selalu berpikir dengan resiko terburuk... maksudnya?? mbuh ah japri aja.

Ketika penyusunan agenda menjelang ke Ubud, seperti biasa pic nya adalah AKU... ada pesan khusus dari DENI, pingin ke museum Antonio Blanco hahaha.. sebenarnya menurutku tidak ada sesuatu yang suanggaattt super ISTIMEWA tapi karena hanya penasaran dengan lukisan beliau yang menjadikan wanita sebagai subyek (nggak mau ah bilang obyek..) lukisan, topless, cantik dan sexiiihh...

Akhirnya.. kunjungan untuk tamu dewasa berhasil dieksekusi
O iya, sempat kuberi pesan kepada sang tulang rusuk, "Gak papa ya karena ada beberapa lukisannya yang rodo saru."
Yah secaraaaa aku kan harus menjaga perasaan temanku dan kami sendiri yang jowooo tulen, karena lukisan beliau ini mostly topless bahkan nude.. Tapi dengan tawa ringan Deni menjawab, 
"Lha kan sudah 45 tahun, masak masih gak boleh liat lukisan telanjang?" hahaha... lupa kita bukan ABG, harusnya udah matang dan bijak dalam berpikir.. halaaah yo wis go ahead buddy..!!
Efek sensual setelah keluar dari MUSEUM.. :p

Sok sexiii...hahaha

Kenapa di paragraf atas kubilang tidak kubilang ISTIMEWA bla bla bla... karena kami ini hanyalah penikmat seni, bukan ahli dalam karya seni.. buta malah..
Tapi aku dan Deni sepakat mufakat untuk menghargai karya seni apapun bentuknya, menghargai perbedaan tanpa perlu membahas apalagi sampai berdebat.. tidak terpikir oleh kami.. Komit untuk menghormati alam, juga seni semampu kami.. 

Kami berdua pun masih mempunyai mimpi yang sama untuk bisa pergi ke Raja Ampat, ke Pulau Komodo, ke Belitong, ke Manado, ke Thailand, ke Melaka... tapi jangan ditanya kapan.. kami biarkan saja mimpi itu mengalir.. karena dalam mimpi itu kami merasakan kenikmatan... BERKHAYAL..

Welcomed by JB

Demikian juga kami masih berkhayal bisa ketemu Jalak Bali di TN Bali Barat, bisa ke Ijen sambil ngopi, bersafari ke TN Baluran.. pokoknya banyak maunya.. sampe lupa umur jalan terus, tensi naik turun, HB tidak normal, kolesterol bikin cenut-cenut.. halaaaah




Akhirnya kesampaian juga kita menjejakkan kaki di Museum AB ini, demi mensyukuri keindahan seni, memancing perasaan dan hati supaya lebih menghargai sesama dan hasil karyanya... 




Ehhhh kok ya ndilalah.. Syukur pada Allah, belum sempat ke TN Bali Barat, ada burung putih dalam sangkar yang cantik jelita.. Meskipun bukan pecinta binatang, tapi aku bersahabat pena kan??... Ketemu si cantik JALAK BALI.. yipiiii
lumayan ibarat nonton bioskop, dapet trailernya dulu... hahaha...

Kalo butuh foto yang lebih bagus untuk si JB ini, cari di google aja yaah..