Selasa, 13 November 2012

JAWA TIMUR - Gunung Kawi – Blitar – Kediri – Mojokerto #4 MOJOKERTO



#4 Mojokerto
24 Maret 2012


Dalam perjalanan menuju Mojokerto, kami mampir untuk makan siang di suatu resto antara kota Jombang – Mojokerto, MG si tengah yang cyber minded mulai mencari-cari di intenet kira-kira apa yang bisa kami kunjungi di sisa hari itu di kota Mojokerto.

Sebenarnya Mojokerto bukanlah kota yang asing bagi aku dan masa kecilku. Karena dulu tiap kali Lebaran, keluarga besarku selalu berkumpul di rumah Mbah Buyut dan kita nyekar di makam keluarga di Trowulan. Jadi aku lumayan ingat bahwa di kota ini kita bisa melihat/mengunjungi candi-candi ex Kerajaan Majapahit.. 
Yuk kita mulai :
@Sleeping Budha

Sleeping Budha
Lokasi terdekat adalah Sleeping Budha.Yang terletak di Desa Bejijong dan merupakan Patung Sleeping Budha terbesar ketiga di Asia tepatnya berada Maha Vihara Majapahit


Candi Bajang Ratu

Candi Bajang Ratu
Tujuan berikutnya adalah Gapura Bajang Ratu atau juga dikenal dengan nama Candi Bajang Ratu.

Entah mengapa jadi teringat cerita Mbah Putri (Alm), beliau mengatakan kalau sedang hamil mending tidak usah ke candi ini, karena percaya atau tidak anak yang akan dilahirkan akan cacat (cebol/seperti bajang), hadeeeh kalo untuk masalah begini-begini mending menghindar lah, daripada kenapa-kenapa..

Kompleks candi ini menurut kami sangat fotogenic, warna bangunan candi yang merah karena terbuat dari batu bata (kata guru sejarahku dulu -Bu Tarti-, khas peninggalan Majapahit) dan lingkungannya (pohon, rumput dan awan) merupakan perpaduan yang harmonis..  




Candi Tikus




Situs berikutnya yang kami singgahi adalah Candi Tikus, pada awal diketemukannya candi ini merupakan sarang tikus, sampai sekarangpun masih menjadi perdebatan fungsi Candi ini di jaman Majapahit, apakah sebagai pemandian atau tempat penampungan air bagi masyarakat Majapahit kala itu.


Kemudian kami menuju ke Kolam Segaran, di kolam ini teringat cerita Mbah Kakung, dimana raja-raja Majapahit kala itu, untuk menunjukkan kebesarannya setiap kali usai jamuan makan raja melempar peralatan makan yang terbuat dari logam mulia ke kolam ini, tapi ternyata sudah disiapkan jaring, dimana setelah jamuan usai jarring diangkat, peralatan makan dan pesta pun terangkat pula. Tapi gosipnya beberapa tahun yang lalu rakyat desa sekitar banyak yang menemukan barang-barang berharga di kolam itu, yang konon kabarnya lolos dari jaring pengaman.. aih aih

Kolam Segaran
Lokasi Berikutnya adalah Pendopo Agung, dulu waktu aku masih SD tiap kali habis sungkeman Lebaran selalu diajak ke sini, untuk pertama kalinya aku melihat buah Mojo, yang menurut legenda adalah awal nama kerajaan Mojopahit. Pertanyaan-pertanyaan kami yang khas anak-anak dijawab dengan sabar oleh Mbah Kakung (alm) yang juga ahli ke-purbakala-an khususnya tentang sejarah Majapahit.Menurut buku panduan yang kami beli di Reception, dikatakan bahwa disini pulalah tempat Patih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Amukti Palapa.


Sisi lain dari Pendopo Agung

Lokasi terakhir adalah Museum Trowulan – Pusat Informasi Majapahit, karena hari sudah menjelang senja tidak banyak yang sempat kulihat selain situs bangunan rumah penduduk jaman kerajaan majapahit.. beberapa arca.. yang semuanya membangkitkan semangat dan minatku terhadap arkeologi.. 

Museum Trowulan – Pusat Informasi Majapahit
Sejenak terlintas bahwa aku pernah bercita-cita menjadi seorang Arkeolog, tapi karena tidak mendapatkan informasi yang benar dan jelas akhirnya aku harus merelakan dan melupakan keinginanku itu..

Ahay…. setelah dipikir-pikir aku sudah mulai nemu benang merahnya, kenapa aku suka sekali dengan Candi, cerita-cerita sejarah dan sejenisnya dan sekarang yang lebih menjadi-jadi aku sangat berminat terhadap rumah-rumah tua… tidak termasuk dengan hantunya tentu..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar